Apa itu Trigger ?
Trigger dalam MySQL adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan kita untuk menjalankan sekumpulan perintah SQL secara otomatis ketika suatu peristiwa tertentu terjadi pada sebuah tabel. Peristiwa yang dimaksud bisa berupa operasi INSERT (menambahkan data), UPDATE (memperbarui data), atau DELETE (menghapus data).
Perbedaan Trigger BEFORE dan AFTER:
- Dilaksanakan sebelum perubahan data terjadi.
- Dapat digunakan untuk:
- Memeriksa validitas data sebelum disimpan.
- Menghitung nilai kolom secara otomatis sebelum data disimpan.
- Mencegah perubahan data yang tidak diinginkan dengan membatalkan operasi (menggunakan ROLLBACK).
- Dilaksanakan setelah perubahan data terjadi.
- Dapat digunakan untuk:
- Melakukan audit trail (mencatat perubahan data).
- Memperbarui tabel lain yang terkait.
- Mengirim notifikasi (email, SMS) setelah perubahan data.
Mengapa Perlu Menggunakan Trigger INSERT, UPDATE, dan DELETE?
- Integritas Data: Menjaga konsistensi data dalam database dengan melakukan validasi sebelum data disimpan atau diperbarui.
- Otomatisasi: Melakukan tugas-tugas yang berulang secara otomatis, seperti menghitung nilai, membuat log, atau mengirim notifikasi.
- Enforcing Business Rules: Menerapkan aturan bisnis yang kompleks yang sulit diimplementasikan hanya dengan menggunakan constraint.
- Audit Trail: Melacak perubahan data seiring waktu untuk keperluan audit atau analisis.
Contoh
Kita akan buat tiga tabel untuk menyimpan data tentang obat-obatan. Ketiga tabel itu adalah: tabel obat, tabel obat keluar, dan tabel obat masuk. Nah, setiap tabel ini akan punya kolom-kolom dengan jenis data tertentu. Kita akan atur kolom-kolomnya seperti ini
Setelah membuat struktur tabel, sekarang saatnya untuk mengisi tabel obat dengan data produk yang akan kita kelola. Data yang perlu dimasukkan adalah ID obat, nama obat, dan jumlah stok awal
Masukkan data obat masuk.
Setelah berhasil menambahkan data obat masuk, langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah jumlah stok obat di tabel obat sudah diperbarui sesuai dengan data yang baru saja kita tambahkan. Untuk melakukan hal ini, silakan buka tabel obat dan cari data obat dengan ID yang sama dengan yang baru saja Anda input. Perhatikan kolom 'stok', jumlahnya seharusnya sudah bertambah sesuai dengan jumlah obat yang Anda masukkan pada saat menambahkan data obat masuk.
Masukkan data obat keluar.
Setelah berhasil memasukkan data obat yang keluar, langkah selanjutnya adalah memeriksa kembali data tersebut untuk memastikan tidak ada kesalahan. Buka tabel obat keluar dan perhatikan daftar obat yang telah Anda masukkan. Pastikan semua informasi seperti ID obat, jumlah, dan tanggal keluar sudah benar dan sesuai dengan catatan fisik Anda. Dengan melakukan verifikasi ini, kita dapat memastikan bahwa data obat selalu akurat dan dapat diandalkan.












Komentar
Posting Komentar